This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 24 November 2022

PEMANFAATAN VR DALAM PEMBELAJARAN

Pemanfaata VR Dalam Pembelajaran





 
 Augmented Reality (AR) mendorong peserta didik mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Siswa juga dapat merasakan pengalaman yang sulit dilakukan di dunia nyata.

Penerapan teknologi imersi seperti Virtual Reality (VR) dan 

“Virtual Reality dan Augmented Reality yang digabungkan dengan konsep pedagogi akan membuat teknologi tidak hanya sebagai media melainkan juga stimulan. Peserta didik menjadi lebih bahagia dalam belajar dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi,” kata Managing Director Millelab, Andes Rizky saat acara Kick Off Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Rabu (25/5/2022).


Andes menjelaskan, melalui VR para siswa dapat merasakan pengalaman di dunia digital sesuai materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Hal yang mungkin sulit dilakukan di dunia nyata.


“Misal membahas soal Covid-19, siswa bisa merasakan bagaimana rasanya saat berada di rumah sakit dan melihat bagian-bagian dalam dari virus itu. Guru juga bisa membawa siswa ke lereng Merapi atau melihat permukaan bulan,” ujarnya.


Apalagi, lanjut Andes, teknologi VR bisa dinikmati hanya dengan smartphone dan Google Cardboard atau Oculus Glasses, serta bisa diterapkan di semua mata pelajaran.


“Teknologi VR ini sangat bisa diterapkan di semua mata pelajaran yang memang membutuhkan skenario-skenario dalam penyampaian materinya,” tuturnya.

Sementara itu Founder dan CEO Assemblr, Hasbi Asyadiq menerangkan teknologi AR justru membawa pengalaman dunia virtual ke dunia nyata.


“Kalau VR kita masuk ke dalam dunia virtual, tapi AR ini kebalikannya. Dunia virtual yang kita bawa ke dunia nyata. Simpelnya mungkin kaya hologram,” ujarnya.

Hasbi menambahkan, teknologi AR saat ini sudah dibuat sangat mudah dan sederhana karena cukup dengan ponsel, tablet, atau laptop yang dimiliki guru dan siswa.


“Jadi semudah itu karena tidak harus install apapun dan bisa pakai browser. Konten yang dibikin pun tinggal drag and drop saja. Kita bisa bikin skenarionya sendiri juga dan semuanya tanpa coding,” urainya.


Nantinya guru juga bisa secara mandiri membuat media belajar dengan menggabungkan buku dengan teknologi AR sehingga membuat pembelajaran lebih menarik.


“Bapak Ibu Guru bisa membuat media belajar dengan menggabungkan kontekstual buku dengan teknologi AR. Jadi di halaman buku ada gambar-gambar yang bisa di-scan oleh siswa menggunakan handphone-nya,” lanjut Hasbi.


Salah seorang guru SMA Negeri 4 Denpasar, Dewo Made Yudha mengaku telah menerapkan teknologi VR dalam pembelajaran. Menurutnya siswa menjadi lebih termotivasi dalam mengikuti proses belajar mengajar.


“Jadi dengan VR ini anak-anak mendapatkan sesuatu yang membangkitkan motivasi mereka. Di sana juga langsung ada kuisnya dan nilai akan terekam secara otomatis,” katanya.


Dewo menambahkan, teknologi VR ini juga membantunya dalam menganalisa kebiasaan dan tingkat pemahaman siswa dalam menerima materi pembelajaran.


“Kita sebagai guru juga bisa melihat bagaimana sikap anak-anak ketika mempraktikkan pembelajaran tersebut karena di sana kelihatan bagaimana proses mereka dalam menangkap materi pembelajaran,” katanya.

Sedangkan Ketua Tim Transformasi Digital Sektor Pendidikan Direktorat Ekonomi Digital, Ditjen Aptika Kemkominfo, Dikki Rukmana mendorong guru dan tenaga pendidik agar memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran siswa.


“Jadi kita memanfaatkan tren-tren teknologi yang ada untuk membuat konten-konten yang nantinya akan mendukung proses belajar-mengajar,” ujar Dikki yang juga bertindak sebagai sebagai pelaksana kick-off.


Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Ekonomi Digital Kemkominfo, I Nyoman Adhiarna; Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek, Yaswardi; Kepala Dinas Kominfo Provinsi Bali, Gede Pramana; dan Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Bali, I Wayan Surata.


sumber 

https://aptika.kominfo.go.id/2022/05/pembelajaran-dengan-virtual-reality-bangkitkan-rasa-ingin-tahu-siswa




LEGENDA RAWA PENING

 Legenda Rawa Pening



 


legenda Rawa Pening dimulai dari sebuah desa yang bernama Desa Ngasem, terletak di kaki gunung Telomoyo.  Desa tersebut dipimpin oleh seorang kepada desa yang arif dan bijaksana bernama Ki Sela Gondang. Ki Sela Gondang memiliki seorang putri bernama Endang Sawitri yang cantik.  Pada suatu hari, diperlukan sarana tolak bala berupa pusaka sakti sebagai salah satu syarat agar penyelenggaraan acara merti  desa bisa berjalan lancar tanpa ada halangan apapun.  Endang Sawitri diutus untuk meminjam pusaka sakti milik Ki Hajar Salokantara, sahabat Ki Sela Gondang. Namun, Ki Hajar Salokantara memberikan pesan kepada Endang Sawitri untuk jangan meletakkan pusaka di atas pangkuannya.

Namun, di tengah perjalanan pulang, Endang Sawitri melanggar pesan tersebut. Akibatnya, Endang Sawitri hamil.  Ki Sela Gondang pun memohon agar Ki Hajar Salokantara mau menikahi sang putri untuk menutup aib keluarganya. Dengan berat hati, maka Ki Hajar Salokantara pun menerima Endang Sawitri sebagai istrinya.  Setelah lahir, ternyata anaknya berupa naga yang diberi nama Baro Klinting. Untuk melepas kutuk pusaka, Baro Klinting harus menemui Ki Hajar Salokantara yang sedang bertapa di gunung Telomoyo dan bertapa dengan melingkari gunung Telomoyo dengan tubuhnya.  Selanjutnya Ki Hajar Salokantara menyuruh Baru Klinting untuk bertapa kembali di gunung Telomoyo agar dia terlepas dari kutukan pusaka sakti tersebut.  

Setelah selesai bertapa, Baro Klinting berubah menjadi manusia. Setelah berubah wujud manusia, Baro Klinting meminta makanan dan minuman, namun diusir oleh penduduk desa.  Hanya seorang janda tua yang bernama Nyai Latung yang memberikan makanan dan minuman. Baro Klinting menancapkan sebatang lidi dan mengadakan sayembara siapa yang dapat mencabut lidi, maka ia adalah orang hebat.  Tidak seorangpun penduduk desa yang sanggup. Saat lidi dicabut oleh Baro Klinting, menyemburkah air yang sangat deras menjadi air bah, pendudukpun memukul kentongan tanda bahaya.  Mendengar suara kentongan, Nyai Latung naik ke atas lesung sesuai dengan pesan dari Baro Klinting. Air bah tersebut menjelma menjadi genangan luas berbentuk rawa-rawa denga airnya yang bening.  Nyai Latung menamakan desa yang tengggelam dengan nama Rawa Pening yang berasal dari genangan air bening yang membentuk rawa


sumber

https://caritahu.kontan.co.id/news/legenda-singkat-rawa-pening-tempat-wisata-populer-di-kabupaten-semarang?page=all.







KESENIAN TARI PRAJURITAN

 Kesenian Tari Prajuritan


Tari Prajuritan adalah kesenian tradisional berbentuk tarian massal yang pertama kali muncul di Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Tarian ini kemudian berkembang ke wilayah lain di Kabupaten Semarang dengan versi asal-usul dan tema yang berbeda-beda, antara lain Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Banyubiru, Kecamatan Sumowono, dan Kota Ungaran. Tarian tersebut juga berkembang di Kota Salatiga, tepatnya di Desa Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Unsur-unsur yang terkandung di dalam tarian itu meliputi busana, tata rias, gerakan, dan alat musik. Tarian tersebut memang termasuk ke dalam kategori tarian kelompok, tetapi jumlah penarinya terkadang disesuaikan dengan kebutuhan dan luasnya tempat pementasan. Tarian ini di sisi lain bukanlah tarian kreasi baru yang lebih dinamis dan memiliki banyak variasi sesuai dengan selera anak muda. Hal ini disebabkan karena gerakan dan iringannya cenderung monoton. Tarian rakyat itu juga jarang ditampilkan, sehingga masyarakat kurang mengapresiasinya, bahkan tidak sedikit yang belum mengetahuinya.


Prosesi tarian ini kental dengan nuansa peperangan, yang dapat dilihat dari pakaian penari dan gerakannya yang membawa senjata mengikuti iringan organ gamelan. Tarian tersebut dalam pelaksanaannya telah mengalami perubahan seiring perkembangan zaman dan berbagai faktor yang memengaruhinya. Salah satu faktor intrinsik perubahan dalam tarian ini dapat dilihat dari perubahan komposisi penari. Pada awal kemunculannya, tari ini ditarikan oleh penari laki-laki, tetapi saat ini juga ditarikan oleh penari wanita. Selain itu, pengaruh nyata terhadap penampilan tarian ini adalah lagu-lagu modern yang ditampilkan untuk mengiringinya. Adapun faktor ekstrinsik yang mendorong perubahan komposisi penari adalah alasan ekonomi dan pasar, bukan semata-mata alasan fungsional seni sebagai hiburan.


Tema dan gerakan dalam tari Prajuritan ditengarai diambil dari kisah Arya Panangsang (Arya Jipang) yang gugur setelah berperang dengan Sutawijaya (Panembahan Mataram ke-1). Arya Panangsang bukanlah nama yang asing di wilayah Jawa Tengah. Menurut sejumlah tradisi lisan, dia dianggap sosok sakti yang sulit untuk dibunuh. Cerita rakyat tersebut di sisi lain belum dapat dipastikan keasliannya dengan bukti empiris, tetapi keberadaannya dapat dipastikan menurut naskah kuno Serat Babad Tanah Jawi versi J.J. Meinsma (1874).


Arya Panangsang adalah putra dari Raden Kikin (Surowiyoto). Dia mewarisi jabatan ayahnya menjadi Adipati Jipang, bagian dari wilayah kekuasaan Kerajaan Demak yang berpusat di Blora. Beberapa sumber menyatakan wilayah Kadipaten Jipang meliputi Bojonegoro, Rembang, Lasem, sebagian Tuban, sebagian Semarang, dan sebagian Salatiga. Bagi masyarakat Salatiga, kedudukan Panangsang dianggap tinggi karena merupakan keturunan dari Raden Patah berdasarkan silsilahnya. Dia juga disebut sebagai murid kesayangan Sunan Kudus.


Pakar Kebudayaan Jawa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Djumarwan, menjelaskan tema dalam tari Prajuritan yang mengadopsi kisah Arya Panangsang merupakan upaya menghidupkan kembali budaya pesisir. Budaya ini berhadapan dengan budaya pedalaman yang saat itu berpusat di Mataram. Dosen Program Studi Ilmu Sejarah itu mengakui bahwa kisah leluhur yang diklaim itu memang ada sejarahnya. Mereka merasa memiliki identitas lokal sama, yang kemudian diwakilkan dengan tokoh Arya Panangsang. Sosok tersebut dan Jipang adalah memori kolektif yang berusaha dimunculkan oleh masyarakat setempat. Namun, dia menggarisbawahi narasi yang dibangun masyarakat tentang memori Kadipaten Jipang itu sesuai dengan tempat, tokoh, alur, latar, dan pesan moral dari sejarah yang tepat.


Tari Prajuritan hanya dipentaskan dalam acara tertentu, yaitu Saparan dan festival kesenian Kota Salatiga, tetapi kesenian ini tetap dilestarikan dan dikembangkan secara turun-temurun sampai saat ini. Kesenian tersebut dalam penyelenggaraan kegiatan Saparan memegang peranan penting sebagai salah satu bagian utama dari prosesi upacara ritual yang berhubungan dengan tanah, dalam hal ini adalah sawah yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Mereka berharap hasil bercocok tanamnya akan melimpah jika Tari Prajuritan dan Tayuban dipentaskan dalam Saparan.


Selain memegang peranan penting sebagai bagian dari tradisi Saparan, tarian tersebut juga digunakan sebagai hiburan masyarakat.


sumber 

https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Prajuritan




 

NAMA   : Dewa Satya Mahardhika

NAMA PANGGILAN   : Satya

KELAS   : VII C

TTL   : Kab.Semarang, 26 Februari 2009

CITA - CITA   : Pemain Sepakbola

HOBI   : Olahraga, Komputer, Game

SLOGAN   :  "Hidup bukanlah tentang menang dan kalah, namun tentang  proses yang dilalui."

ALAMAT EMAIL   : dewa.satya.m@gmail.com

MEDIA SOSIAL   : 

                                   INSTAGRAM : @satyaawx_

                                   TIKTOK : @satyaawx                 

 

NAMA   : Prajna Callysta Aqielatunisa                

NAMA PANGGILAN   : Prajna

KELAS   : IX F

  TTL   : Kab.Semarang, 4 MEI 2009

CITA - CITA   : Dosen

HOBI   : Membaca, Mendengarkan musik

SLOGAN   : "Failure is not a reason to give up" 

ALAMAT EMAIL   : prajnacallysta123@gmail.com

 MEDIA SOSIAL   : 

                                                                                                        INSTAGRAM : @prnjnx

                                                                                      

NAMA   : Galuh Kirana Putri                 

NAMA PANGGILAN   : Galuh

KELAS   : VII SENI RUPA 1

  TTL   : Kab.Semarang, 30 JUNI 2010

CITA - CITA   : Pilot Wanita

HOBI   : Bersepeda, Bulu tangkis

SLOGAN   :  "Awali hari-harimu dengan kebahagiaan"

ALAMAT EMAIL   : galuhkirana3006@gmail.com

                                                   MEDIA SOSIAL   : 

                                                                                      INSTAGRAM@galuhkirana_

                                                                                      TIKTOK @galuhkirana322